Achmad Mardiansyah's Journal

manage your knowledge by writing it

Telco vs. IT, dan menjadi expatriate

with 4 comments

Suatu hari ketika lagi browsing buat nyari2 tembahan material untuk kuliah, saya dikirimi email dari temen saya yang lagi nyari kerja. lagi bingung milih critanya.. bingung milih lebih baik dari pada bingung nganggur ngak punya kerja kan yah? hehehe…

Mas, saya dapat tawaran dari DGE (dian graha elektrika) untuk posisi telco (telekomunikasi) engineer, dan juga ada tawaran ke partnernya Sun microsystem dengan posisi system engineer. enaknya pilih yang mana yah?

saya jawab,

ya kamu sendiri gimana maunya? jangan ikut2an orang.. jadi orang kan harus ngerti apa yang kamu sukai.

dia bales,

nah itu dia, saya seneng dua2nya. jadi bingung milihnya. saya pengen juga kerja di luar negeri seperti orang2 itu. mohon masukannya mas :-p hehehehe

ohh berarti orang ini awam banget tentang kerjaan di telco. mungkin karena banyak banget istilah telco yang bermacam2 itu sehingga bikin orang baru pada bingung. hehehe ok kita bahas satu2 dari beberapa perspektif.

perlu dicatat, ini pendapat pribadi saya loh, bisa valid bisa enggak:

dari sisi tempat pekerjaan: outdoor vs indoor
kalo di telco, tegantung bagianya. kalo bagian core network dan konco2nya pada indoor, kalo bagian radio & transmisi, biasanya outdoor, manjat2 tower gitu, sering ke lapangan.
kalo IT, biasanya indoor. mana ada server yang di gantung di tower?

dari sisi jam kerja
kalo udah dekat deadline, sama aja. manager, engineer pada begadang ngeberesin project. bangun siang, pulang pagi, kadang weekend juga masuk. kalo engineer telco yang ke lapangan, biasanya jam kerjanya fleksible.

dari sisi outsourcing
sebagian besar orang di telco adalah outsourcing. secara hukum adalah employee dari perusahaan outsourcing, namun secara de facto dia bekerja di vendor (huawei, nsn, ericsson, dst)
IT juga sama, kebanyakan outsourcing juga

dari sisi training
para pekerja telco biasanya diberi training karena kebanyakan peralatan disana adalah proprietary. sama2 MSC, tapi MSC siemens adalah beda dengan MSC ericsson. kalo ngak ada training di indo, maka dikirim training di luar negri.
kalo IT, biasanya disuruh belajar sendiri. hehehe itu company indo biasanya pelit untuk alokasi budget untuk training. mereka bilang, “kan ada google”. ntar kita juga jawab, “kalo kita salah konfigure, maka tinggal nyalahin google ya pak?” hehehe. namun ada juga perusahaan IT yang mau ngasih training sampai keluar negeri terutama jika produknya khusus dan trainingnya g ada di pasaran indo.

dari sisi salary
salary mah tergantung kita negonya gimana, serta kondisi pasar kerja saat itu. kalo high demand maka akan high income juga toh. engineer BSS bisa jadi gajinya lebih tinggi dari programmer PHP pemula. sysadmin yang cuman bisa nginstall doang, bisa jadi gajinya lebih rendah dari OSS engineer yang selain bisa UNIX, bisa ngerti aplikasi telco juga. coba juga bandingkan programmer java dan programmer non-java? java kan lagi naik daun, dan learning curvenya juga tinggi, ngak heran gaji programmernya juga gede. namun kita lihat nanti, roda itu selalu berputar, ketika sudah banyak banget programmer java, maka apakah masih tetap tinggi gajinya?

dari sisi pengembangan karir
dua2nya bagus. paradigma yang berkembang dipegawai IT dan telco adalah sebaiknya mulai masuk ke level management ketika mendekati umur 30-an. hal ini dikarenakan iklim IT dan telco diindonesia adalah iklim penjualan bukan iklim development. sehingga kalo karirnya ngak mau mentok, harus switch ke management. ini baru katanya loh…bole percaya bole tidak. kalo masuk management, berarti udah ngak ngurusin technical.

Namun kembali lagi ke tiap orang, sukanya gimana. ada temen saya yang senengnya tehnical padahal umurnya udah 40tahun dan dia jadi ahli disitu. dia fine2 aja tuh. ngak perlu ngurusin politik kantor. hehehe. tinggal terima job, kerjain, trus dapet salary deh. simple.

dari sisi skill yang dimiliki
kan tadi udah diceritain bahwa telco itu peralatannya spesifik? kalo ahli dalam peralatan tertentu dari vendor tertentu, maka kalo cabut, akan nyari lagi disitu juga. karena kalo pindah vendor, bisa jadi mulai dari nol lagi. tapiiiii tengantung juga peralatan telconya. kalo dapet bagian yang meng-handle perangkat dengan kandungan IT (mis: unix-based banget), dan menggunakan telnologi IT terkini. nah diisni kamu bisa punya kesempatan belajar telco & IT sekaligus.

kalo skill IT mah banyak yang bisa. Saingannya juga banyak, kalo ngak punya skill khusus, maka bakal tergusur dengan orang2 baru yang lebih fresh dan mau dibayar murah. liat aja tuh programmer.

tapiii lihat juga kans untuk jadi expatriate dan wirausaha.
di telco, karena spesifik dan jarang orang yang bisa, kesempatan jadi expat ke luar negeri lebih gede. ini expatriate (kerja di luar negeri) loh ya. bukan on the job training di luar negri trus balik lagi ke indo. kalo expat gajinya langsung dari company luar. beda kalo ngerjain project luar atas nama perusahaan indo, gaji yang diterima harus disunat dulu oleh company. asal bahasa ingrris kamu ngak terlalu malu2in, percaya diri, berani ambil resiko, lancar ketika wawancara bahasa ingrris, punya pengalaman dan skill khusus terkait dengan perangkat telco, ditambah doa dan keberuntungan, udah deh jadi expat. hehehe

kalo IT, ya seperti yang di bilang tadi, harus ada skill khusus dulu untuk bisa cabut keluar. punya sertifikasi ini dan itu, karena di luar negeri umumnya udah punya standard IT yang lebih baik sehingga fungsi sertifikasi menjadi signifikan.

maksud saya adalah tetap setiap orang itu harus punya skill khusus untuk jadi expat, berlaku untuk IT maupun telco. tapi mungkin karena telco itu dari awalnya udah spesifik dan khusus, maka secara alamiah juga akan menjadi khusus pula.

kalo punya modal mah, mending sampean kuliah di luar negeri (mis: australia), trus coba jadi permanent residence (PR) disana. dengan punya PR maka akan lebih mudah dapet job di luar karena aturan negara sono yang memang memprioritaskan PR & citizen (warga negara) ketika membuka lowongan kerja.

tentang wirausaha.
kalo kita cuman punya skill untuk jadi orang suruhan (sysadmin, netadmin, comissioning, dll) maka paling cuman bisa jual jasa ke company.
tapi kalo punya skill programming juga, berarti punya nilai plus yang bagus karena kita bisa jualan product, ntar bisa juga dapaet maintenance kontrak atas aplikasi kita. selain itu, administrator yang punya skill programming, biasanya akan lebih baik kemampuan analisysnya dikarenanya lebih ngerti cara kerja system.

ohya kalo pengen tau karir apa yang dipilih temen saya ini, silahkan cek link URL pada awal artikel.

Sekian dulu ulasannya, mohon masukkan dari para pembaca sekalian.

Popularity: 10%

4 Responses to 'Telco vs. IT, dan menjadi expatriate'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Telco vs. IT, dan menjadi expatriate'.

  1. Artikel bagus mas. ijin share ya

    Fakhry

    20 Oct 11 at 09:53

  2. boleh, jangan lupa ngasi referensi yah…

    Achmad Mardiansyah

    20 Oct 11 at 11:55

  3. nice mas.. makasih

    dendie

    29 Nov 11 at 09:27

  4. Keren mat artikelnya, dan artikel2 yang laen walo blom baca. Mantablah sekarang dah jadi expert, sukses selalu bro…

    Nofri Hermanto

    12 Jan 12 at 09:49

Leave a Reply


+ four = 13