Dunia yang unfair dan pengecut (game theory)
rekan-rekan sekalian,
saya tertarik dengan kutipan bung xxx dibawah ini:
“Sesungguhnya mereka (mahasiswa yang tawuran) itu pengecut, berani ya karena rame-rame, coba kalau sendirian”
kutipan diatas menimbulkan kesan, berarti supaya ngak pengecut (fair), ya ngak rame-rame, misal satu lawan satu (sepakat yah)…
trus saya mikir, di dunia nyata, apa masih ada kondisi pertarungan yang fair seperti itu?
ketika masih sekolah dulu, kita diajarin tentang organisasi militer dimana semakin tinggi unitnya, jumlah personelnya bertambah 2-4 kali lipat. misal: perorangan -> kelompok -> regu -> platoon -> company -> batallion -> regiment -> brigade -> division, dst. setelah tanya-tanya, rupanya tingkat unit itu dibuat agar lebih teratur, dan lebih mudah mengatur pengiriman personel kalo ada musuh. (CMIIW).
misal nih: dalam situasi perang konvensional, kalo ada musuh 1 regu, maka kirim aja 1 platoon agar probalilitas menang lebih besar, musuh akan tuntas lebih cepat. jika cuman kirim 1 regu juga (dengan asumsi kedua regu punya skill perang yang sama, dan tuhan juga sama2 berpihak kepada kedua regu), maka kemungkinan menangnya hanya 0.5, dimana bisa jadi justru regu kita yang habis. hehehe
dari perspektif efektivitas, tentu dengan pengiriman 1 platoon akan memberi hasil yang lebih efektif (ya toh?).
namun dari perspektif fairness, apa ini masih dapat dikatakan fair? hehehe
contoh lain tentang unfair (sesuai kutipan diatas maka akan juga dibilang pengecut) ini adalah macan, hyena, buaya, hiu, serigala, dll. dimana mereka ini berburu dengan berkelompok.
dalam bidang IT, itu para cracker (bukan hacker ya) hobinya menerobos sistem yang lemah. misal menerobos komputer windows yang belum dipatch, software x,y,z yang memang ada security holenya, dll. nah kalo mau fair, kan mereka harus cari target yang selevel dong ya?
itu oknum TNI/polisi juga beraninya sama rakyat biasa yang ngak punya pistol. kalo mau fair, ya cari lawan tanding yang selevel dong ya?
itu orang pintar, menipu orang yang bodoh.
itu preman juga sama aja, main keroyokan, menyerang rame-rame.
itu negara besar juga beraninya sama negara yang menurutnya lebih lemah, pake acara tekan-menekan, ancam-mengancam.
itu perusahaan besar, juga beraninya sama perusahaan kecil.
trus mikir lagi, dimana ya ada tempat yang fair? aaaahaaaa, ternyata yang fair itu kalo sedang latihan di dojo (karate), sedang melakukan pertandingan, dan di game komputer (meski ada cheat juga, hehehe), serta tempat lain yang mungkin saya lupa.
oke sekian dulu intronya. hehehe…
so, the ultimate questions are:
gimana sih konsep fair & unfair menurut anda? iye, ane tau ini relatif… but just contribute your ideas here. nah, berbekal konsep fair/unfair yang anda buat, maka:
seperti apa formula “fair” / “unfair” yang cocok untuk indonesia, dalam perspektif ekonomi, pertahanan, keamanan rakyat, pertanian, dll (tambahin sendiri)? trus konkritnya gimana tuh?
ini bukan pertanyaan benar/salah ya, tapi ingin melihat seperti apa pemikiran para kontributor disini…
ndak usah jawab semua, boleh kasi komentar senyamannya aja…
silahkan rekan2…
URL pendek: http://wp.me/pRkxT-SE
Popularity: 4%